Anjing Bahasa Arab: Cara Masyarakat Arab Memelihara Anjing

Ada cerita menarik mengenai anjing bahasa Arab. Suatu hari, Malik bin Dinar—ia seorang tokoh sufi masyhur— memelihara anjing di rumahnya. Murid-muridnya dan masyarakat sekitar heran akan hal ini. Kemudian mereka bertanya kepada Malik, “Kenapa kau berteman dengan anjing ini?”. Dengan tenang Malik menjawab, “Lebih baik aku berteman dengan anjing sementara ia tak mengajak buruk ketimbang berteman dengan orang yang selalu menjerumuskanku.” Jawaban yang khas sufi. Kisah yang ditulis Abu Nu’aim dalam Hilyah-nya itu memberi gambaran apik tentang konstruksi sosial masyarakat Arab klasik tentang anjing. Malik, yang hidup puluhan tahun setelah Nabi wafat, hidup di tengah masyarakat yang menganggap anjing sebagai hewan yang menjijikkan. Namun Malik mencoba membantah itu: Anjing tak pernah mengajak kejelekkan, kawan yang mengajak kejelekkan jauh lebih buruk ketimbang anjing.

Anjing Bahasa Arab: Cara Masyarakat Arab Memelihara Anjing

Dalam bahasa Arab anjing disebut dengan k-l-b (kalb). Secara sosial anjing tak pernah dianggap buruk oleh masyarakat Arab. Bahkan tak sedikit puisi Arab klasik yang memuji sifat-sifat anjing. Bahkan salah satu kakek Nabi ada yang bernama Kilab. Secara bahasa Kilab adalah jamak kata kalb. Nama asli Kilab sendiri adalah Hakim bin Murrah. Ia dipanggil Kilab karena sering berburu menggunakan anjing. Maka tak ada rasa malu bagi klan Hasyim dan Muthallib untuk mengaku sebagai keturunan Kilab. Tidak hanya itu, dalam Alquran anjing diberi kehormatan sebagai penjaga Ashabul Kahfi. Dalam tradisi eskatologis Islam, di akhirat kelak anjing Ashabul Kahfi ini diberi tempat khusus di surga bersama dengan kambing Nabi Ibrahim

Maka sebenarnya tak ada yang salah dengan anjing. Di dalam masyarakat Arab sendiri, jenis anjing yang biasa dijadikan hewan perliharaan sangat beragam. Anjing jenis Mini Goldendoodle merupakan salah satu jenis anjing favorit yang dijadikan hewan peliharaan oleh masyarakat Arab. Hal ini wajar mengingat betapa lucu dan menggemaskannya anjing jenis tersebut. Kondisi iklim dataran Arab yang begitu panas juga tidak telalu berpengaruh terhadap kesehatan anjing terlabih jika diberikan pakan dan kebutuhan akan vitamin dan nutrisi lainnya terpenuhi.